Tuesday, September 07, 2010

:: about the waterflow

"Semua orang pasti pernah berbuat salah. Kalau gak begitu, dia gak akan belajar."

Saya masih belum lupa bagaimana teduh wajahnya ketika mengatakan hal ini. Bahkan responnya yang menenangkan pun tetap terekam jelas, hingga saat ini. Setelah 3 tahun terlintas.

Tak pernah sekalipun dalam 5 tahun kebersamaan kami, saya melihatnya panik, kisruh ataupun lose control. Kepalanya selalu berpikir dingin dan hatinya senantiasa tenang. Tak peduli betapa ruwetnya pekerjaan kami atau singkatnya tenggang waktu yang kami punya, untuknya, setiap masalah selalu ada jalan keluar. Tak pernah ada salah yang tak bisa diperbaiki. Sebundel benang yang kusut pasti selalu dapat diurai.

She's someone special. She really is. Buat saya, dia salah satu dari sedikit orang yang memiliki kecerdasan seimbang pada kedua belah benaknya, di sisi kiri dan kanan. Ia jagoan menulis, membuat keramik, mencintai film-film bernuansa humanis, serta menyukai sesuatu yang berbau etnik dan patchwork. Di saat yang sama, ia pun cerdas dalam mendedah konsep-konsep marketing, management serta kreatif menggagas aktivitas pengembangan merek, dan mahir menggunakan berbagai aplikasi software.

Lewat tulisan-tulisannya, saya tahu bahwa dia senantiasa menghargai sesuatu yang sederhana. Hal-hal remeh yang sering terjadi di sekeliling kita dimaknainya sebagai sesuatu yang memiliki nilai dan patut disyukuri. Tulisannya tentang ibu, pohon flamboyan, hari ulang tahun, dufan versi kampung, hujan dan bintang tertulis dengan lugas namun menyentuh dan memberikan kesan tersendiri. Setiap selesai membaca tulisannya, seketika saya terasa diingatkan dan disadarkan akan berbagai hal sederhana yang sesungguhnya indah.

Ketika bekerja bersamanya, saya belajar banyak hal. Kebersamaan. Keyakinan bahwa kita pasti bisa. Ketenangan hati dan pikiran. Rasa saling mengandalkan dan percaya satu sama lain. Kerendahan hati. Beragam pengetahuan. Serta banyak lainnya.

Lima menit lalu, saya melihatnya berjalan keluar. Ada rasa sedih menghinggap. Rasa kehilangan menelusup. Entah kapan saya melihatnya lagi. Berharap segera.

Terimakasih untuk semuanya, Mbak Ninoy
You'll be missed here :).


No comments: