Thursday, January 15, 2015

:: The Perks of Being A Stay-At-Home Student Mom

Tadinya saya pikir dengan kembali melanjutkan sekolah sambil mengasuh Abimanyu (2 tahun) disaat saya belum bekerja lagi adalah KEPUTUSAN YANG SUPER TEPAT DAN NYAMAN. Pemikiran bahwa pada pagi hingga sore hari saya akan sepenuhnya mengasuh Abi, kemudian malam hari akan berada di kampus guna memperdalam dan melebarkan pengetahuan saya akan ilmu Komunikasi rasanya menjadi jadwal yang super ideal. Kenyataan bahwa saat ini saya belum bekerja (lagi) turut menjadi sebuah rationale dan hadiah dari Tuhan.

Tapiiihhhh, ternyata bayangan tidak seelok kenyataan. Haha!! There are a lot lot of adjustment and patience I need to have for making my study ends successfully. Tryin’ to make it balance, Am gonna show you my situation from two different views. Here they are.

The good things:
  • Tiada distraksi soal menuntaskan pekerjaan kantor sehingga baik konsentrasi, energi dan waktu yang bisa dicurahkan untuk kuliah pun akan menjadi lebih optimal. I feel extremely blessed!!
  • Jam kuliah yang mulai di malam hari mempermudah Abi untuk tidak terlalu merasa kesepian karena ditinggal saya. Dengan jam berangkat ke kampus pukul 16.30 WIB dan pada pukul 19.00 – 20.00 WIB, baik suami saya dan kembaran saya sudah ‘mendarat’ di rumah selepas kantor, not to mention Mas Isu –sepupunya-- yang memang telah ada di rumah semenjak siang hari, Abi menjadi lebih mudah menerima ketidakhadiran saya sementara waktu. Ini karena baik Bapak ataupun Budenya selalu siap membantu untuk gantian mengasuh dan bermain dengannya.
  • Waktu dari bangun pagi hingga sore hari dapat dimanfaatkan untuk belajar atau berlatih soal. Ini terutama berlaku saat ujian semester tengah berlangsung.
  • Kondisi keberangkatan saya yang kontradiksi dengan padatnya penumpang kereta. Karena berangkat pada sore hari, seluruh kereta menuju Depok dipadati dan disesaki oleh penumpang yang usai bekerja di wilayah Jakarta (komuter). While saya? Haha. Kereta saya yang menuju Jakarta (stasiun Cikini to be exact) hampir selalu kosong, bahkan bisa sambil selonjor. Perfectly comfy!
  • Udara tidak lagi panas dan rasa ngantuk bangun pagi yang seringnya membuat kami para komuter agak malas ke kantor atau bersekolah bukan bagian dari keseharian saya J. Am so lucky!! 


But there’re no such perfect things in this real world. The good ones always followed with the challenging conditions (No, I don’t want to call it as “bad ones”, because Am sure that words will gonna give such negative or pessimistic feelings).

So, here are the bucket lists of that challenging items:
  • Ternyataaa, ekspektasi untuk bisa fokus dan mencurahkan waktu dengan optimal pada siang hari agar bisa belajar tidak berlangsung dengan mulus saudara-saudara. Yep, I am now a mother of a child ages two as well as an aunty of a little boy age 5. You must know how they always love making some noise – sometimes funny but other times are annoying J. They quarrel for very trivial or illogical matters. They often had a little fight one another, trying to be the first in playing toys. Abi especially shows dislike when seeing me with my laptop or reading text books. They demand for my attention and care. Those all situations distract me, for sure. But on the other hand and above all, I SUPER LOVE these two little boys and do realize that Am not single anymore, so instead of complaining, I try to study while I’m on the train or off to campus earlier and take some moment at Starbucks Metropole so I can lay books on my hand. So far it went successfully.
  • In class, when it comes to share about student’s real experience related with the discussed lesson, I feel quite difficult to find one. The reason is I am now a stay-at-home mom and quite long has nothing to do with office matters. My friends who are mostly workers don’t experience this, I suppose.
  • There are certain times Abi get cranky and force me not to go to campus. He just wants to be accompanied by me. Some efforts to persuade him did work, but some didn’t. If so, I try to accept that I have to stay home at that moment, just enjoying our togetherness J.


That’s all for now. 
Jesus walks with me at all time, so all is well.

Thursday, January 01, 2015

:: Pagi Pertama di 2015

Yes, now is the first day of 2015. So long 2014, you’re officially closed.
Banyak hal terjadi di tahun kemarin. Some were happy things and some weren’t. Though I do believe that every single thing happened is kind of lesson learned for me. It’s a way from Jesus to make me a more mature and better person.
So, these are the recap.

GRATEFUL
·    Most of all, saya bersyukur sangat untuk masih diberikan Ibu yang sehat, aktif dan selalu siap menjadi pemandu langkah sehari-hari di kehidupan saya. Meski tidak setiap hal diantara kami berjalan dengan mudah, karena kadang-kadang suka berselisih juga, tapi yang pasti dari Ibu, saya belajar banyaaaakkkkkkkk hal untuk menjadi wanita yang mandiri dan capable melakukan apapun, untuk jadi wanita yang strong, untuk jadi istri yang baik, mendukung dan menjadi partner yang setara dengan suami, untuk lebih sabar terhadap bocah-bocah, untuk tak pernah takut pada apapun karena Tuhan Yesus senantiasa menjaga kita, serta untuk ribuan alasan lainnya. Semoga Ibu kami selalu diberikan umur panjang ya Tuhan, agar kami anak-anaknya dapat selalu membahagiakannya.

·    Atas hadirnya Abimanyu – anak saya yang kini telah berumur dua tahun. Polahnya yang lucu, omongannya yang ngecipris, vocab-nya yang bertambah banyak dari hari ke hari, pengertiannya saat saya tengah belajar atau menyelesaikan tugas kala ujian, kegembiraannya ketika menjemput saya dari kampus, kemanjaannya yang ngangenin dan kadang-kadang nggriseni – karena maunya ditemenin Ibu Bukbi terus. Hehehehe. This mays sounds cliché, but you undoubtedly have (and always) given me such precious things to make me completely happy and endlessly learn for being a better one.

·    The one and only (at least for now) nephew, Wisnu Djati. He is my other sunshine. Sama Mas Isu (panggilan sayang kami padanya), saya belajar banyak hal lagi serta Thank God! dikaruniai kesempatan untuk mencinta. Dia bagaikan anak pertama saya. Saya luar biasa sayang padanya karena dialah matahari pertama di keluarga kami; dia meniadakan kerinduan Yangkung dan Ati-nya akan hadirnya cucu; dia satu sosok yang fresh dan pure bagi kami – keluarga ini, karena hadirnya dia adalah memunculkan cinta tanpa syarat dari kami padanya, dia teman setia saya saat kondisi fisik dan psikis saya yang tengah drop ketika hamil Abi, dia mengajarkan saya untuk terus berusaha adil dan sabar. Truly sorry ya Mas, kalau seringkali saya masih kelewat galak atau belum bisa menjadi sosok tante seperti keinginan kamu. But I do promise, Am gonna fix it and love you more and more and more!!

·    Suami saya yang luar biasa baik, sabar dan pengertian Thomas Seno. Am blessed to have him as my halfsoul. Karakternya yang open-minded sehingga saya terbuka dan nyaman untuk berdiskusi apapun dengannya. Dia juga super sabar dalam menghadapi kemanjaan, kemalasan dan sifat kekanak-kanakan saya. Pengertiannya yang dahsyat terutama saat saya melanjutkan kuliah lagi yang ditunjukkan kesiapsediaan untuk pulang cepat dari kantor dan ganti mengasuh Abi. Keterandalannya untuk menjadi pemecah masalah saat saya dan keluarga saya membutuhkan bantuan. Sifat humor dan easy goingnya, yang membuat saya sering happy dan santai ketika menemui hal yang tak sesuai dengan keinginan saya. So, he may not be the perfect dad and husband, but I know that he always loves me and Abi perfectly.

·  Mas Duk’s marriage. After so long awaited moment, finally kakak gue tersayang menemukan jodohnya yang again puji Tuhan seiman. Pestanya meski berlangsung sederhana tapi meriah dan banyak keluarga involved. And another thing to be thanked is my mom feels so happy with this wedding coz her prayer is finally answered by God (in a right time and through a right woman). May Jesus keep you two as ONE forever and soon give you both a very lovely child.

·    I started enrolling in college again. Yeayyy!! Yep, akhirnya saya bisa mewujudkan impian dan cita-cita saya dan almarhum Bapak. Melanjutkan S2 di bidang Komunikasi memang telah lama menjadi keinginan saya kira-kira sejak 6-7 tahun lalu, dan dengan berkat Tuhan Yesus serta dukungan penuh keluarga, impian ini dapat terwujud September 2014 lalu. Kesempatan untuk kembali belajar sesuatu yang saya sangat sukai serta teman-teman baru di kampus yang meski terdiri dari berbagai rentang usia dan ragam pekerjaan, ternyata semuanya asyik-asyik, kompak dan selalu seru, benar-benar menjadi anugerah yang luar biasa untuk saya. This is really a super precious thing so Am determined to give my 1000% in order to deepen and enlarge my knowledge, make Bapak up there feels proud of me, as well as develop what God gives me. Bless me Jesus…
·    Other thousands happy things that God gives me. I should stop it otherwise the list would be more long, longer and longer 

INCOMPLETE
·  It’s been 2 years tapi kepergian Bapak untuk selama-lamanya seringkali masih menyisakan rasa hampa dan tidak utuh dalam diri saya. Selama 33 tahun penuh, Bapak mengisi dan terlibat dengan kami semua. Dia selalu ada buat kami. Dia tak pernah lelah dan alpa mengantar dan menjemput saya dan Mbak ke sekolah ataupun main dari manapun. Dia sangat peduli dengan pendidikan kami. Dia selalu punya banyak bahan untuk diperbincangkan dengan kami. Dia pun tak pernah merasa capek saat Wisnu – cucu kesayangannya – minta dibelikan mie GM, meski saat itu dia baru saja pulang kantor dan berarti harus kembali menyetir ke Margo hanya untuk beli mie tersebut agar Wisnu mau makan. Dan ini terjadi hampir setiap kali. Dia memberikan setotal-totalnya dari apa yang dia punya dan bisa untuk kesuksesan pernikahan saya dan Mbak. Dia ada dan siap 24 jam sepanjang hidupnya untuk menjadi Bapak bagi kami.
Bapak…., meski saya seringkali bikin Bapak marah dan kecewa, tapi saya sayang banget sama Bapak. Saya mohon maaf sepenuh-penuhnya atas semua hal yang saya lakukan yang kerapkali bikin Bapak sedih, marah dan kecewa. Saya janji untuk memperbaikinya dengan menjaga Ibu sebaik-baiknya. Anti bangga jadi anak Bapak. Bahagia dan damai selalu di surga ya, Pak. Kita semua kangen Bapak. Tapi kita percaya bahwa pada saatnya nanti Tuhan akan mengumpulkan kami dengan Bapak.

RESOLUTIONS
·    Healthy body, mind and soul. Jadi, mari makan sehat dan banyak minum air putih, dan kembali berzumba serta beryoga. Ayo semangat!!! Biar sehat dan bugar sampai tua kayak Bapak dan Ibu.
·    Kembali menjalankan ritual doa bareng keluarga, terutama ngajak Abi agar kenal Tuhan Yesus sejak dini sehingga selalu terbimbing oleh-Nya dalam setiap langkah hidupnya.
·    Belajar yang serius dan rutin dengan cara” yang smart, supaya bisa dapat A di banyak mata kuliah. Semoga siyh semua mata kuliah. Amin..
·    Bacain dongeng sebelum bobok untuk Abi dan Isu (saat tidur siang).
·    Kembali nyetir, nyetir and nyetir.
·    Kembali rutin menulis.
·    Kembali rutin membaca. One book per week.
·    Rutin menabung.
·    Bikin sarapan untuk suami dan masak sayur buat Abi.
· Berusaha untuk LEBIH SABAR, LEBIH BAIK, LEBIH BIJAK, dan ALWAYS TAKE THE BRIGHT SIDE from every moment.




Wednesday, January 04, 2012

:: My life's been so serious lately

So I miss being cheerful, happy and doing silly things as well.
I miss the old funny memories I ever had with my dearest friends and family.

Sorry kalau postingannya agak memberi nuansa negatif dan gloomy.

Tuesday, January 03, 2012

:: kangen kubik biru


Tiba-tiba entah datang dari mana, saya KANGEN LUAR BIASA dengan kubik biru. Kangen untuk duduk di meeting room dan having lunch dengan teman" tercinta yang ajaib dan unik, menumpahkan semua cerita mulai dari hal-hal yang penting hingga ke yang remeh-temeh -- yg bagaimanapun itu selamanya tetap menarik karena tanggapan dari mereka yang selalu berbeda dan kocak...

Hmm... mungkin beberapa hari ke depan, saya akan colongan pulang lebih awal dari kantor dan singgah sejenak ke kubik biru untuk makan siang dan berbagi persahabatan dengan teman-teman disana..

:) Looking forward to having the perfect timing to do that


Thursday, December 01, 2011

::kita, setelah 3 minggu

Masih agak aneh rasanya di telinga saya memanggil kamu dengan sebutan "suami". Saya pun masih belum terbiasa untuk berbagi segalanya dengan kamu. But somehow, I'm happily trying to get used to it. Jadi, selain rasa canggung saya pun juga menikmatinya. Senang bertukar cerita lucu dengan kamu. Senang berbagi rasa hangat dan sayang dengan kamu. Senang karena kamu selalu bisa meneduhkan suasana dengan sikap santai, polah kocak, bahkan banyolan. Senang bertukar pendapat dan pemikiran dengan kamu. Senang, karena dengan kamu, saya merasa kita dapat selalu berkembang dan saling mendukung demi meraih yang terbaik bagi kita.

Masih panjang jalan terbentang di hadapan kita... Saya sendiri pun masih belum merasa sepenuhnya yakin bahwa sepanjang jalan itu akan selamanya terasa menyenangkan dan menarik. Cuma satu yang saya yakini, Dia ada bersama kita dan sejauh kita berdua tetap memegang tangan-Nya, segalanya akan bisa dilalui dengan baik dan memberikan banyak pembelajaran :).

See you tonight, I...

Wednesday, June 01, 2011

:: this really explains

Lot of people are asking me:
"Why you chose him instead of someone else? He seems not fit enough with you. We
know, you can have the better or even richer one. And your life will be easier and
wealthier"

And I always answer:
"Because I'm in love with our togetherness. I love us. I love the way we complete each
other."

Okay... I know this may sound a bit cheesy.

Until a close friend of mine gave a very logical reason. I was touched and moved by her statement.
So, Inang if you don't mind please allow me to quote you.

Why I chose him?
Of course, and again, I LOVE US.
Also because I believe in my own capability. The DIVINE HIM grants me with lots of skill, talents and capability. And I'm always happy to improve all of those things. Sooo, I also believe that everything will be okay for us as long as we keep walking in His track and working optimally for the better us.
I believe that we two will be responsible for our living and children :)
And I'm glad to work on it with you, T... :)

This statement also explains why I almost never had an imagination to have a very rich husband. Because I'm pretty sure that I would be much more happy if we together strive for this.

I love you, T.
And thanks so much, Inang.

Friday, April 08, 2011

:: sweetest thing on Friday Night



One little thing I really want to do as soon as I set my feet at home is:
Call your name "Ibu", kiss and hug you tightly.^_______^

Not only because I haven't done such things in a while, but also eerr... actually the first and foremost reason is I'm so much longing for those two warm arms and enjoying your unconditional love.

PS: I'll soon come home to get this wonderful moment :).

Friday, April 01, 2011

:: heaven is

the time when I am surrounded by thousands of nice books, reading one of those, while some sweet songs that make me just want to sing silently are being played.

on last 26 March: the Earth Hour Day. We're all as family talked together about many things (important, or even really trivial matters) with such an intimate ambience and without any light at all. Sometimes we need the darkness to contemplate ourselves and to focus more on what others say and feel rather than getting distracted by their looks and/or attributes.


when I heard that Lubas’ hind foot were no
t amputated. The only medication he needs is a minor surgery. Now, he’s very healthy

wandering Jakarta with Ibu using mass transportation. We didn't do such activities for a while. We sat side by side and talked about many things intensely and intimately. We then ate nasi uduk at a small resto near Bapak's office. Only us. We two shared everything and enjoyed every single things happened around us

knowing that my beloved Jesus Christ makes everything runs miraculously for the holy oath of us

song of Ebiet G. Ade “Jogjakarta” is on my ears.

seeing the smiles of others because of something nice I’ve done.


accidentally visiting the blue-yellow office when everyone’s already going home. Only me enjoying the new wallpaper on receptionist room, the green wall and little part of meeting room, the situation and smell of the lift, sate ayam sold by one the stall next to that building.


receiving nice text from Rumah Sekawan.


spending Sunday night with my dear brother: exchanging witty stories along the street, stopping a moment for buying some cheap snacks, eating those snack while walking to home, having laughs without any tendency to insult one another. hahahaha
..

having you to be my partner in life.

Just as I read on daily bread today, "It's important to find a joy in some ordinary things, for they are indeed wonderful."

Wednesday, February 23, 2011

:: Episode (lalu) Kita

Kangen...

Menembus hujan bersama kamu. Berada di bawah satu payung dan membiarkan rinai hujan menyentuh wajah kita.
Bercerita tentang hidup kita sebelum masa sekarang. Kamu yang dulu. Aku yang lalu.
Aah juga saat mengulum lollypop. Saat aku diam-diam memandang wajah kamu, mencoba mencaritahu apakah kamu menikmati permen itu selayaknya aku menikmati tiap sesapnya.

Menikmati tarian air mancur di sebuah taman ibukota. Bersama kamu, tentunya :). Berjalan bergandengan seraya tengok kiri dan kanan menikmati geliat orang-orang di sekitar kita: anak-anak berlarian, penjual kaki lima yang heboh menawarkan dagangannya, pasangan muda-mudi yang tengah kasmaran, tanaman cemara yang meneduhkan sekaligus menghangatkan suasana sekitar.

Ada di satu mobil bersama kamu... dalam sebuah lokasi bernama cuci mobil otomatis. Hanya kamu dan aku. Memandang sekitar dan yang terlihat hanya alir air dan buih sabun. Kita tertawa. Kamu menertawakan tingkahku yang konyol.. We killed time by having a nice self-disclosure moment.. Kencan terindah buatku, so far....
Err....are we actually dating already at that time??? Hehehe

Bertukar kisah tentang hujan dengan kamu. Tentang pendar-pendar cahaya lampu mobil, biasnya yang berwarna-warni ketika menyentuh jalanan yang membasah, bau hujan dan tanah yang menguarkan aroma khas dan nuansa teduh, sepayung berdua menikmati kehangatan kita sambil menunggu bis yang akan membawa kita pulang.

Berdandan dan mematut diri ketika akan bertemu kamu. Merasakan gelora bahagia meski hati masih dipenuhi dengan ketidakpastian. Menebak-nebak seperti apa tampilan kamu hari ini. Mereka-reka topik apa yang akan kita perbincangkan. Membayangkan akan berjalan bersisian di pedestrian. Menjumpai kamu duduk menunggu aku di undak-undakan itu sambil bermain handphone. Mendengar kata "Nanti gue yang bilang sama Bapak, kalau kita bakal balik agak malam."

Membaca sebuah message yang bertuliskan.. "This may sound silly. But I start missing you" *blushing*.


Yep!! Now we're steps ahead. This journey is heading to the holy oath and I'm very grateful for it.
I'm just missing the old us :)



Tuesday, January 18, 2011

:: sisterhood on the creative cubicle

Taksi. mixed feeling. sedih. berkaca-kaca. rasa kehilangan. merindukan mereka. pasti.

5 years ago. sampoerna strategic square. blue-yellow. erika - gadis sensual yang tidak beranjak dari usia 21 dan suhu kisah cinta. ina - gadis yang tidak memiliki setetespun hormon lelaki, super sabar dan paling perhatian, cie - si baby face yang juga jago petakilan me - the imbalance feet dan alim yang tersesat :P. you, girls know exactly what I mean.

teh hangat saat migrain. foto" di toilet yg akan direnovasi. permata bank. cincin berbulu warna-warni. baju bali. kubo-duki-momo-ahyu. pet lover. dufan setengah hari. pose sunglasess. payon. deer horn bando.

duet maut. empat mata live! pentungan satpam jatuh menghujam kaki. jalan melintas atmajaya. satpam permata. es leci. berempat.

kita pernah berselisih. beberapa hal tentang kamu tampak tak masuk akal bagiku. pun kamu. mungkin beberapa hal tentang aku sulit ditolerir. sahabat ada di atas semuanya. berangsur aku mulai belajar memahami. kita bisa jadi berbeda pada banyak hal. jalinan pertemanan yang mengaburkan rasa beda. pelajaran hidup dan esensi persahabatan. terimakasih atas kesempatan berharga ini.



Tuesday, December 14, 2010

:: Step into the new world

The time is coming....
To start something good and to realize my deepest dream.
Feel a bit nervous yet excited!

I know very little. This is really new thing for me.
But I'm sure everything can be learned.
All I need only walk with HIM and learn as much as I could.
So everything would be fine.

Heartfelt thank to those who have given wonderful aufklarung and are never tired of supporting and convincing me.
Then I'm pretty sure that whatever happens to me, I know that I could rely on you.
So it won't be hard as I thought before.

Thanks Jesus!

Friday, November 05, 2010

:: I'm sure you can!

Future is uncertain.
We both know this. Therefore it is fine to feel a bit nervous.

But today... hope changes a half of the uncertainty.
Hope makes us know that He listens to us.
This hope will guide you endlessly.
Just stay beside Him and be sure you already have all positive things.
You.. my dearest sista surely can vibrantly exude all of those.
And there's nothing to worry about or even to be afraid of.

So, just lean on Him. Prepare all needed things and say your wishes to Him.
At the end, the best thing would happen.
Just wait for the happy news.
And I'll be the first one who greets you and celebrates the moment.

~ dedicated to Radith's mom ~

:: heading to the holy oath

Let me check.. what progress we’ve made during these past few months.

  • Wedding ring: Done but still considering to alter the size a bit.
  • Venue: Amazingly done! A miracle just happened to us. It was made into reality and as we wished only by HIS little touch. Can’t get enough thanks of it. Thank so much, my dear Jesus!
  • Make up : Already got the perfect one. Thanks to my loveliest twin who have given me such a good reference. Getting actively involved in her wedding means much!
  • Dress: on the reception we seem to agree with that color, right? I think it’ll look nice ‘n elegant on the both of us and the rest of the family member. Hehe.
  • Invitation: Completely drawn on that design. Unique ‘n simple. The design now is still being drawn by my special friend.. Thanks a lot Sheva’s mom :)
  • Catering: Only 2 candidates left. Should be fixed this month. Okay... siapa takut?
  • Decoration: Collecting some preferred vendors :). So far... a credit has been given to AG. Gotta find more ‘n more :)

Haha.. not many I think. However I do thanks to the Divine Him and our loved ones for the blessing and support so we both can check some details and move forward to other details.

Friday, October 15, 2010

:: stay true to myself

· Pagi dengan aroma dan terangnya yang khas.


· Duduk menyebelah jendela bus, hanya diam menikmati geliat jalanan dan lampu-lampu.


· Menulis untuk menumpahkan yang terasa dalam hati ataupun yang terpikir dalam benak, yang penting maupun remeh.


· Berhenti sejenak dan tersenyum kala melihat kupu-kupu di pedestrian ibu kota serta tergelak kecil saat memandang burung yang tengah hinggap di pucuk gedung pencakar langit.


· Melintas sebuah pusat perbelanjaan, bisa jadi beli atau hanya sekedar memanjakan mata.


· Doing silly things, pecicilan dan berkelakar tentang hal" biasa namun tampak ajaib, nyeleneh dan konyol di mata kami.


· Hujan dengan teduhnya yang alami. Tetesnya yang sempurna. Dingin namun tidak menggigit.


· Segenggam sabar, dua genggam pengertian, tiga genggam untuk selalu merunduk, empat genggam untuk percaya bahwa setiap kami memiliki value. Sepanjang waktu berusaha memupuk genggam-genggam tersebut supaya dapat menjadi tak terhitung.


· Sesekali melupakan efisiensi dan efektivitas. Hanya membiarkan semuanya melaju sambil menyesuaikan speed, namun tak sekalipun memaksakan diri.


· Menjadi aku yang seutuhnya aku. Menikmati keriaan sekelilingku dan menghadiahkan beragam cerita manis untuk menutrisi jiwa.


· Meyakini bahwa sang segala hanyalah Dia. Bukan siapapun.


· Menyelipkan satu waktu untuk menyelami dan berinteraksi dengan mereka yang membutuhkan.


· Selalu berjalan terus tak henti demi menyelaraskan prestasi, tawa dan rasa kasih.


"Because life is perfectly beautiful" :)


Friday, October 01, 2010

:: sparkle to ignite us

How much is it, Pak? 6000 for 5 pieces. Okay! Take it! Enjoying the ride. Letting the wind always be at our back. Zero distance.

Stepping inside. Laughter fills the air. Lots of lovely ones. Would be much merrier than I thought. Not only us finally.

Hooked them all up on the tree branches. But one. Mine. Just keep it selfishly.
Your turn. You easily light one by one.

We're come in silence. Staring at the fireworks. I love all the lights of it as I love the togetherness of me and you. The lights ignite our mind, heart and soul to put equality, honesty, respect and trust as the essential components in our relationship.

Love the way we share love :)
Happy us day!!!