Ihiiyy....
Udah mau Lebaran aja niy
Suasananya dah berasa banget..
Dimana-mana lagu-lagu Islami terdengar
Ada tumpukan toples-toples kue (baik yang beserta kuenya atau nggak) di supermarket-supermarket
Ada dekorasi ketupat khas Lebaran yang berwarna hijau dan kuning
Dan, tak ketinggalan..
Orang-orang yang sibuk bangeeettt menyiapkan perjalanan mudiknya..
Khusus untuk yang terakhir, gue EXCITED BANGET ngeliatnya..
Ga tau deh kenapa..
Meskipun agama gue bukan Islam
Tapi ngeliat orang-orang yang RELA desak-desakan antri karcis, duduk dempet-dempetan di kereta ato bis, ato mau bercapek-capek macet-macetan berjam-jam DEMI 1 TUJUAN..
Untuk bertemu dengan keluarga di kampung dan merayakan lebaran bersama
Touchy banget..
Dalem rasanya
If I can be cheesy, it felt good to release my yearning with our beloved cousins,nephews,nieces, en all of relatives ;)
As I said before, agama gue bukan Islam.
Tapi gue menikmati banget kalau saat Lebaran gue mudik.
(unfortanely, I'm not doing that kind activity this year. Have to save my money for Christmas...;)
Jadi kangen...nyeruput kopi Starbucks di pinto tol Cikampek
Kangen juga keluar dari mobil saat macet trus ngobrol2 ringan ama pemudik lainnya.
(salah satu hal ajaib saat mudik, meskipun macetnya lama jarang banget orang marah-marah. Mungkin bawaannya udah happy aja yah mau melepas rindu ama keluarga).
I salute for this phenomenon...
Dan yang pasti kangen banget nikmatin atmosfer khas Jokau-nya
Orang-orangnya, resto tradisionalnya, pasarnya, etc
Okey, Met Mudik buat pemudik
Happy liburan en jangan lupa oleh2nya
Solo, Jogja, Wonogiri
I meet you all next year
Kangeeeeeeeeeeeeeeeennnnnnnn (fade out)
I drench myself in this unspoken word. Yes, today is when I'm opening my page and writing it on. Pages that contain laughs, thoughts and hopes. And the rest is still unwritten...
Friday, October 20, 2006
Wednesday, October 18, 2006
Badai Dapat Menciptakan Musik
Ada sebuah legenda tentang seorang bangsawan Jerman yang mempunyai istana di perbukitan di tepi Sungai Rhein.
Sebagai seorang pencinta musik,ia memasang beberapa kawat di antara dua menara di kuilnya dengan harapan kalau-kalau angin akan menggetarkan kawat-kawat itu sehingga menghasilkan musik.
Tetapi siliran angin Sungai Rhein tidak menghasilkan suara sedikitpun.
Pada suatu malam terjadilah badai hebat di lembah itu.
Badai yang dahsyat menerpa istana bangsawan itu.
Bahkan gunung-gunung sekitar pun tampak terguncang.
Sang bangsawan membuka tirai jendela untuk mengawasi perkembangan badai itu, dan dalam keheranannya, ia mendengar alunan musik yang merdu.
Sekarang kawat-kawat itu mendesing bagaikan petikan sinar gitar.
Kawat-kawat memerlukan badai untuk menghasilkan musik yang merdu dan indah!
Pada saat-saat senang menikmati kelimpahan kekayaan, hanya sedikit keindahan rohani yang terlahir dalam diri kita.
Tetapi ketika Allah mengirim cobaan, Ia dapat membuat musik yang merdu dan indah keluar dalam diri kita.
Hal yang tidak pernah kita harapkan keluar dari badai cobaan.
Tidakkah demikian halnya yang terjadi dengan kita?
-end-
Quote of this story :
Setiap kesedihan yang membuat kepala tertunduk,
setiap tetes air mata yang mengalir
tentu mempunyai alasan dan arah bagi kepentingan kita.
Setiap luka hati, setiap seruan pedih
setiap rasa kesendirian,
setiap malam yang terasa panjang dan mencekam,
tentu mempunyai alasan dan arah untuk perkembangan kita.
Jika kita percaya kepada ALLAH,
semuanya itu akan berbalik menjadi kebaikan bagi kita.
Tuhanlah yang tahu mengapa harus begitu
[Hi] Courtesy of "Toserba Surgawi" page 182 by Sumantri Hp.
[Lo] There is somewhat religious here, me.. today
Sebagai seorang pencinta musik,ia memasang beberapa kawat di antara dua menara di kuilnya dengan harapan kalau-kalau angin akan menggetarkan kawat-kawat itu sehingga menghasilkan musik.
Tetapi siliran angin Sungai Rhein tidak menghasilkan suara sedikitpun.
Pada suatu malam terjadilah badai hebat di lembah itu.
Badai yang dahsyat menerpa istana bangsawan itu.
Bahkan gunung-gunung sekitar pun tampak terguncang.
Sang bangsawan membuka tirai jendela untuk mengawasi perkembangan badai itu, dan dalam keheranannya, ia mendengar alunan musik yang merdu.
Sekarang kawat-kawat itu mendesing bagaikan petikan sinar gitar.
Kawat-kawat memerlukan badai untuk menghasilkan musik yang merdu dan indah!
Pada saat-saat senang menikmati kelimpahan kekayaan, hanya sedikit keindahan rohani yang terlahir dalam diri kita.
Tetapi ketika Allah mengirim cobaan, Ia dapat membuat musik yang merdu dan indah keluar dalam diri kita.
Hal yang tidak pernah kita harapkan keluar dari badai cobaan.
Tidakkah demikian halnya yang terjadi dengan kita?
-end-
Quote of this story :
Setiap kesedihan yang membuat kepala tertunduk,
setiap tetes air mata yang mengalir
tentu mempunyai alasan dan arah bagi kepentingan kita.
Setiap luka hati, setiap seruan pedih
setiap rasa kesendirian,
setiap malam yang terasa panjang dan mencekam,
tentu mempunyai alasan dan arah untuk perkembangan kita.
Jika kita percaya kepada ALLAH,
semuanya itu akan berbalik menjadi kebaikan bagi kita.
Tuhanlah yang tahu mengapa harus begitu
[Hi] Courtesy of "Toserba Surgawi" page 182 by Sumantri Hp.
[Lo] There is somewhat religious here, me.. today
Thursday, October 12, 2006
My Artwork #2
This is the other one..

My face in Adobe Photoshop version
(Really appeciate your comment )
Again, it'll be one of my Artwork collection (yang masih wannabe tentyunya..!)
Masih kasar yak cuy guratannya...
Namun,
Setelah coret sana coret sini
Hapus sana hapus sini..
Gue rasa
Ini karya termaksimal yg bisa gue kerjain di malem itu..
Abis udah malem bow...
Mata udah kriep-kriep
Badan udah rontok mo direbahkan
Jadi mendingan disudahkan dulu yakss..
Lanjut aja nanti deh di sesi berikutnya...
Okey, till we meet again dr.B

My face in Adobe Photoshop version
(Really appeciate your comment )
Again, it'll be one of my Artwork collection (yang masih wannabe tentyunya..!)
Masih kasar yak cuy guratannya...
Namun,
Setelah coret sana coret sini
Hapus sana hapus sini..
Gue rasa
Ini karya termaksimal yg bisa gue kerjain di malem itu..
Abis udah malem bow...
Mata udah kriep-kriep
Badan udah rontok mo direbahkan
Jadi mendingan disudahkan dulu yakss..
Lanjut aja nanti deh di sesi berikutnya...
Okey, till we meet again dr.B
Wednesday, October 11, 2006
My 1st Artwork
This is it..

Baru karya pertama siy…
Di medium Photoshop.. (yeah.. yeah..I’m freakin’ late than anyone else..)
Kerjaannya juga masih cemen..
Cuman warnain gambar terus di touch up dengan efek-efek khusus.
Anyway, I’m proud of this artwork.
Orisinil men!!
Asli punya gue..
My deep gratitude to dr. B (thanks Cie.. untuk ide brilian-lo menjuluki doi)
YOU'RE MY MAN.. !!
Semoga, lain kali gue yang gantian bantu lo ya..
Akhirnya niat gue kesampean juga deh
Belajar aplikasi baru diluar MS Word, Excel and Power Point…
Setelah berusaha mengatasi segala kemalasan dan alasan yg (seringnya) diada-adain.
Akhirnya jadi juga gue belajar desain grafis.
Walaupun saat hasil karya ini ditunjukkan pertama kalinya
Gue dapat nilai 3 (skala 1-10)
Bang!!! It hit me…
Salah gue juga siy,gara2 ga nyimak dengan baik ajaran dr. B
Malam ini adalah malah pembelajaran kembali
Dan semoga karya gue ga dianggap dodol lagi ama doi..

Baru karya pertama siy…
Di medium Photoshop.. (yeah.. yeah..I’m freakin’ late than anyone else..)
Kerjaannya juga masih cemen..
Cuman warnain gambar terus di touch up dengan efek-efek khusus.
Anyway, I’m proud of this artwork.
Orisinil men!!
Asli punya gue..
My deep gratitude to dr. B (thanks Cie.. untuk ide brilian-lo menjuluki doi)
YOU'RE MY MAN.. !!
Semoga, lain kali gue yang gantian bantu lo ya..
Akhirnya niat gue kesampean juga deh
Belajar aplikasi baru diluar MS Word, Excel and Power Point…
Setelah berusaha mengatasi segala kemalasan dan alasan yg (seringnya) diada-adain.
Akhirnya jadi juga gue belajar desain grafis.
Walaupun saat hasil karya ini ditunjukkan pertama kalinya
Gue dapat nilai 3 (skala 1-10)
Bang!!! It hit me…
Salah gue juga siy,gara2 ga nyimak dengan baik ajaran dr. B
Malam ini adalah malah pembelajaran kembali
Dan semoga karya gue ga dianggap dodol lagi ama doi..
Wednesday, October 04, 2006
Gr8 Haircut..Saya puas!!
Sebenernya udah pengen posting dari Senin lalu.
Coz kejadiannya kan Sabtu.
So, senin lah waktu yg paling pas untuk menuliskan getar rasa ini (aihh jiji bahasanya..)
Tapi,
Karena masih sibuk beresin kerjaan.
Jadinya,
Ditunda besok aja lah a.k.a Selasa
Ternyata,
Selasa ada internal meeting.
Dan sibuk buat nyiapin bahan-bahan yg mo dimeeting-in.
Maka, ditekadkan dengan bulat untuk posting Rabu aja deehh.
Tau-tau,
Rabu ada agenda meeting di luar.
Feels so excited about this interesting project!!!
Bener-bener kelupaan untuk posting.
Jadinya,
Kamis ini gue berposting
Fiiuuuuhh ..... *sigh of relief*
For the introduction, please see :

Yep, Me and My New Hair!!.
I like it. Really..really like it.
Although it looked different from my order.
Tapi jadinya...
Keren jekk (at least for me!!)
Looks sophisticated! (again, at least for me).
Tengkyuh to Mr. A
Yang udah begitu kreatif memodifikasi permintaan gue.
Sehingga menjadi tampilan yang sama sekali tidak mengecewakan.
Malah memuaskan..
Saya sungguh-sungguh puas..
siikkk asik asik - siikk asik asik...
Coz kejadiannya kan Sabtu.
So, senin lah waktu yg paling pas untuk menuliskan getar rasa ini (aihh jiji bahasanya..)
Tapi,
Karena masih sibuk beresin kerjaan.
Jadinya,
Ditunda besok aja lah a.k.a Selasa
Ternyata,
Selasa ada internal meeting.
Dan sibuk buat nyiapin bahan-bahan yg mo dimeeting-in.
Maka, ditekadkan dengan bulat untuk posting Rabu aja deehh.
Tau-tau,
Rabu ada agenda meeting di luar.
Feels so excited about this interesting project!!!
Bener-bener kelupaan untuk posting.
Jadinya,
Kamis ini gue berposting
Fiiuuuuhh ..... *sigh of relief*
For the introduction, please see :

Yep, Me and My New Hair!!.
I like it. Really..really like it.
Although it looked different from my order.
Tapi jadinya...
Keren jekk (at least for me!!)
Looks sophisticated! (again, at least for me).
Tengkyuh to Mr. A
Yang udah begitu kreatif memodifikasi permintaan gue.
Sehingga menjadi tampilan yang sama sekali tidak mengecewakan.
Malah memuaskan..
Saya sungguh-sungguh puas..
siikkk asik asik - siikk asik asik...
Monday, September 25, 2006
This Day
God please touch his hand.
Touch it tightly..
So he feels sure that that he's not alone
Yup, never alone
Together with Your Son through this path.
and being blessed for what he's doing now
Then, reach succeed for his wishes
Bless and help him Lord, forever..
Thank you so much for it..
Many thanks...
[*] Put it all on Your Hand
Touch it tightly..
So he feels sure that that he's not alone
Yup, never alone
Together with Your Son through this path.
and being blessed for what he's doing now
Then, reach succeed for his wishes
Bless and help him Lord, forever..
Thank you so much for it..
Many thanks...
[*] Put it all on Your Hand
Sunday, September 24, 2006
Hooaaammhhh...
So sleepy..
Browsing
Browsing
Browsing
All for marketing communication thingy
Try to find out some activities that can be benchmarked.
Find a nice one
But too sleepy to explore it
(promise myself..will try later!)
Then do "unimportant post" on this blog
Uhhhhhh
I can't stand anymore
Zzzzzzzz...
Zzzzzzzz....
ZZzzZzzzz
Browsing
Browsing
Browsing
All for marketing communication thingy
Try to find out some activities that can be benchmarked.
Find a nice one
But too sleepy to explore it
(promise myself..will try later!)
Then do "unimportant post" on this blog
Uhhhhhh
I can't stand anymore
Zzzzzzzz...
Zzzzzzzz....
ZZzzZzzzz
The Ordinary Men with Extraordinary Hearts
Fabianus Tibo
Dominggus Da Silva
Marinus Riwu
Memang cuma orang-orang biasa
Bagi sekelompok orang, mereka malah sama sekali tidak ada artinya
Karenanya,
Keciiil untuk bikin mereka jadi kambing hitam
Enteeeng buat jadiin mereka masuk penjara
Bahkan TETAP TIDAK MASALAH untuk menjatuhi mereka hukuman mati
Yang penting...
"Sang Petinggi" tetap terlindungi
dan tetap bisa merasakan enaknya hidup jadi pejabat.
Ketika,
Setiap manusia yang masih punya hati meneriakkan agar keputusan eksekusi ditinjau kembali
Sekelompok jurnalis yang TETAP tidak lelah dan TANPA bosan mengguratkan jutaan kata-kata sebagai bahan informasi sekaligus penyadaran
Sehimpunan anak Tuhan tak henti berdoa meminta pertolongan Sang Esa
"Sang Petinggi" tetap bergeming
Diam dan tak peduli
Dan TERLALU BEBAL untuk menyadari
Bahwa hidup setiap manusia selalu punya arti
Paling tidak untuk 1 orang terdekatnya
Dini hari 22 September 2006
Eksekusi dilaksanakan
________
________
________
Dan kini,
Mereka bertiga telah pergi jauh ke tempat yang lebih indah.
Dimana hanya ada rasa damai
Karena Bapa telah menjaga mereka untuk selamanya
[Hi] Tuhan ngga akan pernah tidur...
[Lo] Saya belajar banyak dari semua ini..
Dominggus Da Silva
Marinus Riwu
Memang cuma orang-orang biasa
Bagi sekelompok orang, mereka malah sama sekali tidak ada artinya
Karenanya,
Keciiil untuk bikin mereka jadi kambing hitam
Enteeeng buat jadiin mereka masuk penjara
Bahkan TETAP TIDAK MASALAH untuk menjatuhi mereka hukuman mati
Yang penting...
"Sang Petinggi" tetap terlindungi
dan tetap bisa merasakan enaknya hidup jadi pejabat.
Ketika,
Setiap manusia yang masih punya hati meneriakkan agar keputusan eksekusi ditinjau kembali
Sekelompok jurnalis yang TETAP tidak lelah dan TANPA bosan mengguratkan jutaan kata-kata sebagai bahan informasi sekaligus penyadaran
Sehimpunan anak Tuhan tak henti berdoa meminta pertolongan Sang Esa
"Sang Petinggi" tetap bergeming
Diam dan tak peduli
Dan TERLALU BEBAL untuk menyadari
Bahwa hidup setiap manusia selalu punya arti
Paling tidak untuk 1 orang terdekatnya
Dini hari 22 September 2006
Eksekusi dilaksanakan
________
________
________
Dan kini,
Mereka bertiga telah pergi jauh ke tempat yang lebih indah.
Dimana hanya ada rasa damai
Karena Bapa telah menjaga mereka untuk selamanya
[Hi] Tuhan ngga akan pernah tidur...
[Lo] Saya belajar banyak dari semua ini..
Wednesday, September 20, 2006
After Office Hour
Lepas kantor...
Jam 6 sore
Di sepanjang jalan Satrio - Tebet
Sebenarnya, ga ada yang istimewa
Hanya menikmati masa-masa "magic hours"
(mengutip istilah dari seorang pria paruh baya yang sangat menikmati tiap jam kehidupannya)
Yakni masa dimana sinar matahari perlahan-lahan meredup - beralih ke senja dengan mega kemerahan
Masa dimana wajah setiap orang memendarkan cahaya yang menyenangkan.
Masa dimana wajah manusia terlihat lebih menarik karena senyum dan ekspresi lega setelah kelelahan bekerja.
Saat itu, udara tidak lagi panas dan sengat matahari tidak lagi terik.
Setiap manusia mulai beranjak dari tempatnya bekerja untuk pulang kembali ke rumah.
Menemui teman dan keluarga tersayangnya.
Untuk saling membahagiakan satu sama lain (setidaknya) di sepanjang sisa hari itu.
Di kendaraan umum yang membawa gue ke stasiun kereta.
Duduk sangat dekat dengan jendela.
Merasakan semriwing-nya hembusan angin
yang mengibaskan rambut dan membuatnya menjadi sedikit berantakan.
Wuuuuiiiiiiihhhhhhhh...!
Ada sensasi rasa yang melegakan...
Bahkan aliran darah pun ikut berdesir...
Such an enchanting moment (at least for me)!!
Meanwhile,
Along the way, gue juga:
Menikmati ragam ekpresi wajah setiap manusia yang berada di sisi jalan.
Melihat seorang bapak yang sudah renta namun tetap (berusaha) kuat menggendong anaknya yang tertidur.
Memandang kebaikan hati seorang wanita yang mau meringankan kerepotan ibu beranakkan 2 bocah balita, dengan memangku salah satu anaknya yang tertidur kelelahan.
Meneropong wajah-wajah sumringah 2 pria setengah baya, dengan tubuh hanya bertutupkan kaos singlet, ngerokok dan ngobrol tak tentu arah..
*assoy, santaaiii kayak di pantai.., ya Pak??*
Menelisik wajah sunyi seorang pria yang duduk diam menerawangi lajunya kendaraan yang bolak-balik lewat.
*lagi mikirin apa ya dia??*
Afterall,
TV-hidup selama 30 menit tersebut..
Membuat gue jadi sedikit merenung..
Ternyata dunia kecil dari setiap kita itu banyak ngasih masukan dan pelajaran yg berharga..
;)
-diguratkansaathasratsentimetilseorangPiscessedangmenggelegak-
Jam 6 sore
Di sepanjang jalan Satrio - Tebet
Sebenarnya, ga ada yang istimewa
Hanya menikmati masa-masa "magic hours"
(mengutip istilah dari seorang pria paruh baya yang sangat menikmati tiap jam kehidupannya)
Yakni masa dimana sinar matahari perlahan-lahan meredup - beralih ke senja dengan mega kemerahan
Masa dimana wajah setiap orang memendarkan cahaya yang menyenangkan.
Masa dimana wajah manusia terlihat lebih menarik karena senyum dan ekspresi lega setelah kelelahan bekerja.
Saat itu, udara tidak lagi panas dan sengat matahari tidak lagi terik.
Setiap manusia mulai beranjak dari tempatnya bekerja untuk pulang kembali ke rumah.
Menemui teman dan keluarga tersayangnya.
Untuk saling membahagiakan satu sama lain (setidaknya) di sepanjang sisa hari itu.
Di kendaraan umum yang membawa gue ke stasiun kereta.
Duduk sangat dekat dengan jendela.
Merasakan semriwing-nya hembusan angin
yang mengibaskan rambut dan membuatnya menjadi sedikit berantakan.
Wuuuuiiiiiiihhhhhhhh...!
Ada sensasi rasa yang melegakan...
Bahkan aliran darah pun ikut berdesir...
Such an enchanting moment (at least for me)!!
Meanwhile,
Along the way, gue juga:
Menikmati ragam ekpresi wajah setiap manusia yang berada di sisi jalan.
Melihat seorang bapak yang sudah renta namun tetap (berusaha) kuat menggendong anaknya yang tertidur.
Memandang kebaikan hati seorang wanita yang mau meringankan kerepotan ibu beranakkan 2 bocah balita, dengan memangku salah satu anaknya yang tertidur kelelahan.
Meneropong wajah-wajah sumringah 2 pria setengah baya, dengan tubuh hanya bertutupkan kaos singlet, ngerokok dan ngobrol tak tentu arah..
*assoy, santaaiii kayak di pantai.., ya Pak??*
Menelisik wajah sunyi seorang pria yang duduk diam menerawangi lajunya kendaraan yang bolak-balik lewat.
*lagi mikirin apa ya dia??*
Afterall,
TV-hidup selama 30 menit tersebut..
Membuat gue jadi sedikit merenung..
Ternyata dunia kecil dari setiap kita itu banyak ngasih masukan dan pelajaran yg berharga..
;)
-diguratkansaathasratsentimetilseorangPiscessedangmenggelegak-
Sunday, September 17, 2006
Happy-Go-Vacation
Pfffyyuuuuuhhh.
Another Monday routine
Got a bit sleepy and lazy.
zzzzzzzz...
zzzzzzz...
SHANTI!!! Stop sleeping! U're at office now!
:(
Now,
Wanna see how my weekend ended up :
1. Saturday morning
Wake up late (9 am to be exact), then watched TV and had a breakfast - a so so chicken porridge.
Unfortunately, because of having so much sleep I missed my favorites TV-Show.
U know what is it?
A TV cartoon of Mahabharata history.
Norak ya???
But this story tells completely (at least for me) about kindness, felonies, intrigues, jelousy, love etc.
Those all things are spoken out (by the author-RA Kosasih) vere-very interestingly.
Looking forward to the next chapter.
2. Saturday evening
Went to RSAL Mintohardjo-Benhil visited my cousin who had DBD.
At that time, her trombosit was below the normal level so she kept stay in hospital.
She has been there around 1 week.
Now, she's become healthy and already at home.
Thanks God!!
3. Sunday morning till noon
My regular family gathering at Kota Wisata Cibubur.
Haven't met them since last year, so I got lil' mad at that moment.
So many yells, happy screams, jokes, and games we did together.
Afterall, all of us decide to have a vacation next year (Jan '07)
Not a very long destination, just go to Kampung Sumber Alam, Garut.
All of my big families wanna do a nature-based tour.
Then they all appointed me and my sista to arrange it
YUHUUU...!
Although it'll be a difficult job but I'm so excited.
Then, let's prepare everythin' to make an unforgettable vacation.
Hap...hap...hap
[*] Closed with a remorse feeling because I haven't been going to church for 3 weeks
Strive hard won't do this anymore....
Another Monday routine
Got a bit sleepy and lazy.
zzzzzzzz...
zzzzzzz...
SHANTI!!! Stop sleeping! U're at office now!
:(
Now,
Wanna see how my weekend ended up :
1. Saturday morning
Wake up late (9 am to be exact), then watched TV and had a breakfast - a so so chicken porridge.
Unfortunately, because of having so much sleep I missed my favorites TV-Show.
U know what is it?
A TV cartoon of Mahabharata history.
Norak ya???
But this story tells completely (at least for me) about kindness, felonies, intrigues, jelousy, love etc.
Those all things are spoken out (by the author-RA Kosasih) vere-very interestingly.
Looking forward to the next chapter.
2. Saturday evening
Went to RSAL Mintohardjo-Benhil visited my cousin who had DBD.
At that time, her trombosit was below the normal level so she kept stay in hospital.
She has been there around 1 week.
Now, she's become healthy and already at home.
Thanks God!!
3. Sunday morning till noon
My regular family gathering at Kota Wisata Cibubur.
Haven't met them since last year, so I got lil' mad at that moment.
So many yells, happy screams, jokes, and games we did together.
Afterall, all of us decide to have a vacation next year (Jan '07)
Not a very long destination, just go to Kampung Sumber Alam, Garut.
All of my big families wanna do a nature-based tour.
Then they all appointed me and my sista to arrange it
YUHUUU...!
Although it'll be a difficult job but I'm so excited.
Then, let's prepare everythin' to make an unforgettable vacation.
Hap...hap...hap
[*] Closed with a remorse feeling because I haven't been going to church for 3 weeks
Strive hard won't do this anymore....
Thursday, September 14, 2006
Fine (Dining) and Wine
Huhuhu..
Still dunno what I'm gonna write
Yep...that's (maybe) because this is the 1st time write on my own blog. Finally!!
Jadi, maklumin aje ye ....
*Thinkin*
*Still thinkin*
*Uuummmm*
.........
.........
Yippiiee!!
Ooh, not enough.
YIPPIIEE!!
Found it!
Feel so happy...
Know why?
Because of FEMINA GLAM GATHERING
Upppss, sebelumnya terima kasyyiiiihhh for inviting me...
Nice party, warmth ambiance, and of course tasty cuisine.
But...
More than all things..
Feel much more happier..
Lalala..
Lalala..
Still wanna know why?
Because of si UnDin BoHAy..
Yesshhh, met my bestmate while in college!!
And then, we rocks!! together..
*senyum sumringah MODE ON*
Let's see what silly thing we both did that night:
1. Chitchat-laugh-chitchat-bigger laugh-more chitchat-too much laughs-had a stomach ache
2. Mabok wine ampe sedikit giting
3. Satisfy all cameras' desire, no matter its form: digicam or handphone
I wonder why they always wanna capture our faces ;)
4. Hunting, hunting, hunting for food everywhere and everytime.

And..
On my way home...
Mused deeply..
Smile silently..
Lalala..
That was so delightful could feel some moment like the old days.
Still dunno what I'm gonna write
Yep...that's (maybe) because this is the 1st time write on my own blog. Finally!!
Jadi, maklumin aje ye ....
*Thinkin*
*Still thinkin*
*Uuummmm*
.........
.........
Yippiiee!!
Ooh, not enough.
YIPPIIEE!!
Found it!
Feel so happy...
Know why?
Because of FEMINA GLAM GATHERING
Upppss, sebelumnya terima kasyyiiiihhh for inviting me...
Nice party, warmth ambiance, and of course tasty cuisine.
But...
More than all things..
Feel much more happier..
Lalala..
Lalala..
Still wanna know why?
Because of si UnDin BoHAy..
Yesshhh, met my bestmate while in college!!
And then, we rocks!! together..
*senyum sumringah MODE ON*
Let's see what silly thing we both did that night:
1. Chitchat-laugh-chitchat-bigger laugh-more chitchat-too much laughs-had a stomach ache
2. Mabok wine ampe sedikit giting
3. Satisfy all cameras' desire, no matter its form: digicam or handphone
I wonder why they always wanna capture our faces ;)
4. Hunting, hunting, hunting for food everywhere and everytime.

And..
On my way home...
Mused deeply..
Smile silently..
Lalala..
That was so delightful could feel some moment like the old days.
Subscribe to:
Posts (Atom)